Pesisir Bandar Lampung terus tercemar sampah plastik dan mengancam ekosistem laut akibat minimnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah serta jangkauan layanan pemerintah yang terbatas.
“Kita tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui UPT Kebersihan karena kita tahu sampah ini ada dari muara, kapal, terbawa arus ke daerah pesisir,” kata Budiman.
Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan mengelola sampah dari sumbernya.
Baca Juga: Mengubah Paradigma Pengelolaan Sampah Lewat Aksi
Budiman mengatakan kesadaran dan kepedulian masyarakat ini turut membantu pembangunan Kota Bandar Lampung.
“Kalau masyarakat sadar membuang sampahnya, otomatis anggaran tidak akan begitu banyak diperlukan, sehingga bisa dialihkan untuk pembangunan yang lain. Supaya kita mengirit anggaran, kembali lagi kepada masyarakat,” ujar dia.
Apresiasi aksi bersih-bersih pesisir Bandar Lampung yang tercemar sampah plastik.
Budiman mengapresiasi ratusan warga, pelajar, dan pemerhati lingkungan yang bergotong royong membersihkan sampah plastik di kawasan mangrove Kotakarang, Telukbetung Timur, Bandar Lampung.
“Sudah dua tempat dilaksanakan di Sukaraja dan Kotakarang ini. Kita lihat antusias masyarakat, masih ada yang peduli. Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pemerhati lingkungan,” kata dia.
Baca Juga: Sampah di Pantai Sukaraja, Siapa Bertanggung Jawab?
Pemerintah Kota Bandar Lampung, lanjut Budiman, pada intinya mendukung gerakan masyarakat yang mengadakan aksi bersih-bersih sampah.
“Saya tidak terpengaruh dengan viral-viral. Ke depannya, kita bukalah kesadaran masyarakat supaya jangan membuang sampah sembarangan,” pungkas dia.
Baca Juga: Pemkot Bandar Lampung Diminta Evaluasi Pengelolaan Sampah




Lappung Media Network