Hotel Bukit Randu Salurkan Air Bersih dan CSR
Operasional Manajer Hotel Bukit Randu, Raban, yang turut mendampingi Budiman PM mengatakan pihaknya taat dan patuh terhadap aturan-aturan pemerintah daerah.

Keluhan masyarakat terkait pembangunan Holiday Inn sudah direspon dan ditindaklanjuti melalui komite masyarakat, Forum Komunikasi Kebon Jeruk.
“Kami sebenarnya berusaha merespon, mungkin masalah waktu saja,” kata dia.
Raban menyampaikan pihaknya menyediakan bantuan air bersih setiap hari untuk warga yang berada di sebelah timur Bukit Randu.
“Beberapa keran kita siapkan di beberapa titik,” ujar dia.
Selain air bersih, ada juga dana CSR sebesar Rp3,9 juta per bulan.
Wakil PHRI Lampung ini menjelaskan besaran dana CSR diputuskan dalam musyawarah bersama masyarakat berdasarkan klausul yang disepakati.
Dana CSR yang digulirkan sejak April 2020, sebesar 80 persen dari dua kali upah minimum kota (UMK) karena Holiday Inn masih dalam tahap pembangunan.
“UMK-nya Rp2,7 juta dikali dua sekitar Rp5,5 juta dikali 80 persen sekitar Rp3,9 juta. Dua kali UMK itu nanti kalau hotel sudah beroperasi,” kata Raban.
Progres Pembangunan Holiday Inn 70 Persen
Sejak dibangun pada tahun 2020 lalu, pembangunan Holiday Inn di kawasan Bukit Randu telah menelan biaya sekitar Rp50 miliar.
“Secara keseluruhan progres pembangunan 70 persen. Kalau struktur bangunan sudah 100 persen, tinggal instalasi lampu dan furniture,” kata Herman selaku Project Manager.
Sebagian pekerja bangunan merupakan warga sekitar Bukit Randu.
“Orang Lampung semua kita pakai,” ujar dia.
Baca Juga : Harga Gula Naik di Pasar Tradisional Bandar Lampung
Herman menjelaskan gedung Holiday Inn dirancang tahan gempa dengan konsultan pengawas konstruksi asal Bandung, PT BAMKO.
“Ke depan, Hotel Bukit Randu akan menggunakan operator Holiday Inn. Jadi kita bangun gedung ini dengan standar operasionalnya Holiday Inn,” tutup dia.




Lappung Media Network