Balam – Pemkot Bandar Lampung rayakan Idul Yatama 10 Muharam 1445 H bersama anak-anak yatim dan kaum dhuafa pada Jumat (28/7/2023).
Setiap tanggal 10 Muharam pada awal bulan Hijriah diperingati sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama.
Idul Yatama 10 Muharam 1445 H pada kalender Masehi jatuh pada hari Jumat, 28 Juli 2023.
Baca Juga: Universitas Lampung Terima Hibah Gedung dari Pemkot
Pemkot bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandar Lampung merayakan Idul Yatama 10 Muharam dengan memberikan santunan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
“Mudah-mudahan berkah. Mohon doanya agar pemerintah kota selalu bisa memberikan yang terbaik, khususnya buat kaum dhuafa,” kata Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Sebanyak 240 anak yatim dan 220 dhuafa dari 20 kecamatan se-Bandar Lampung menerima santunan.
Pemberian santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa berlangsung di Aula Semergou Pemkot Bandar Lampung.
Eva Dwiana berharap Baznas terus berdampingan bersama Pemkot Bandar Lampung memberikan yang terbaik bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
“Harapannya melalui Baznas, semua yang tidak mampu bisa tercover. Kalau misalnya ada anak yatim yang ditelantarkan orangtuanya, ambil. Nanti, kami yang urus,” ujar Eva Dwiana.
Anak-anak yatim yang terlantar, lanjut dia, akan diasuh dan diberikan tempat yang layak.
“Kami akan titipkan di tempat yang memadai, yang sudah berkolaborasi dengan pemerintah kota,” kata Eva Dwiana.
Pemkot Bandar Lampung Rayakan Idul Yatama 10 Muharam 1445 H.
Kepala Baznas Kota Bandar Lampung Ismail Saleh mengatakan anak-anak yatim yang mendapatkan bantuan berasal dari keluarga tidak mampu yang diasuh oleh kakek dan neneknya.
“Karena kami bersama panti asuhan sudah pernah beberapa kali. Maka ini untuk anak yatim yang hidup bersama kakek dan neneknya,” jelas dia.
Baca Juga: 304 Guru Honorer di Bandar Lampung Diangkat Jadi PPPK
Ismail Saleh menuturkan salah satu amalan yang dianjurkan pada Idul Yatama 10 Muharam adalah mengusap kepala anak yatim atau menyantuni anak yatim.
“Ada makna mengusap kepala anak yatim. Itu bukan sekedar mengusap saja. Barangkali kalau anak yatim enggak punya atap (rumah), pakaian, pendidikan, dan sebagainya, kita bantu,” kata dia.
“Termasuk enggak punya orangtua asuh, maka bersama Bunda Eva, Wali Kota Bandar Lampung, kami bersinergi. Mereka adalah anak asuh yang harus kita perhatikan,” pungkas Ismail Saleh.




Lappung Media Network