Balam – Himapet atau Himpunan Mahasiswa Peternakan Unila magang wirausahawan di beberapa perusahaan peternakan ruminansia dan unggas di Lampung selama dua pekan.
Baca Juga : Mahasiswi Unila Pertanyakan Kehalalan Daging dari Sel Hewan
Ketua Pelaksana Kegiatan, Tegar, menyampaikan kegiatan magang, khusus Angkatan 2020 dan 2021, mengangkat tema “Membentuk Enterpreneurial Mindset Mahasiswa Peternakan Menjadi Wirausawan”.
“Peserta yang mengikuti adalah mahasiswa Angkatan 2021, yang terpilih 42 mahasiswa dari 59 pendaftar dan alhamdulillah semua kembali dengan lengkap dan lancar,” kata Tegar dalam keterangannya pada Selasa, 12 Juli 2022.
Himpunan Mahasiswa Peternakan Unila telah mengikuti magang wirausahawan sejak Kamis, 16 Juni 2022, lalu, bekerja sama dengan sembilan perusahaan yang berlokasi di Provinsi Lampung.
Yaitu KPT Rudam Berjasa, Ciomas Adisatwa Tanjungan, Sentra DD Farm Lampung, Raman Farm, Ciomas Adisatwa Tanjung Bintang, KPT Maju Sejahtera, Limousin Livestock, Indo Prima Beef, dan Sanjaya Farm.
Pada Rabu, 6 Juli 2022, mahasiswa Angkatan 2020 dan 2021 Peternakan Unila diberikan kesempatan untuk mempresentasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti proses magang di Ruang 101 Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila.
Mulai dari pemeliharaan sampai ke pengolahan produk hasil ternak.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Peternakan Unila, Riyan Hanafi, mengucapkan selamat kepada peserta magang yang telah membawa ilmu dan wawasan untuk dibagikan kepada rekan-rekan mahasiswa.
“Bagi mahasiswa yang mungkin belum mendapatkan kesempatan untuk magang dapat mengetahui apa saja kegiatan dari peserta dan bagaimana kondisi di lapangan,” ujar dia.
Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi mendapatkan antusias yang tinggi dari para peserta.
Peserta magang mengaku terkesan karena mendapatkan pemahaman tentang proses mengobati pada ternak yang sakit serta dapat melakukan sanitasi kandang secara langsung.
“Selain itu, di tengah-tengah wabah PMK saat ini, peserta diajarkan untuk mencegah dan mengatasi penyakit tersebut sehingga dapat meminimalisir terjangkitnya suatu penyakit PMK antarhewan ternak,” tutur Riyan Hanafi.
Dia berpesan kepada peserta magang agar terus mengasah ilmu yang sudah didapat selama magang supaya tidak lewat begitu saja.
“Sama halnya seperti pisau, jika tidak diasah maka lama kelamaan akan tumpul,” pungkas Riyan Hanafi.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Unila, Dr Ir Arif Qisthon MSi, menyampaikan setiap usaha harus memerhatikan manajemen secara keseluruhan.
“Terutama dalam manajemen pemeliharaan, lebih bagus jika ditetapkan adanya ‘anak kandang’ dari pada dengan piket harian oleh anggota kelompok,” kata dia.
Hal tersebut tidak lepas dari efek kepada hewan ternak yang memang harus mendapatkan perlakukan khusus dan selalu konsisten.
Baca Juga : KB Unila Jadi Nasabah Bank Sampah
Sebelumnya, mahasiswa Angkatan 2020 dan 2021 yang mengikuti magang wirausahawan dilepas oleh Pembina Himpunan Mahasiswa Peternakan Unila, Etha ‘Azizah Hasiib, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Unila, Dr Ir Kuswanta Futas Hidayat MP.





Lappung Media Network