“Pulau Sekopong, misalnya, sudah menjadi ruang penghidupan nelayan sejak 1973. Namun belakangan, pulau yang terbentang pasir putih itu kehilangan setengah daratannya dan terus berkurang setiap tahun,” kata Ai.
Dalam beberapa tahun terakhir, luas daratan 4 pulau di Lampung terus susut dan terancam tenggelam. Bahkan lahan basah pesisir juga terancam hilang akibat naiknya permukaan air laut.
Provinsi Lampung memiliki areal daratan seluas 35.288,35 km², termasuk 188 pulau.
Lampung juga memiliki wilayah lautan sepanjang 12 mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas.
Luas perairan diperkirakan lebih kurang 24.820 km², dengan panjang garis pantai sekitar 1.105 km.
Secara global, garis pantai perairan Lampung terdiri atas empat wilayah pesisir yang terdiri dari Pantai Barat sepanjang 210 km, Teluk Semaka 200 km, Teluk Lampung dan Selat Sunda 160 km, dan Pantai Timur 270 km.
Baca Juga: Konsorsium Advokat Hijau Provinsi Lampung
Ai menyampaikan, akhir-akhir ini, kerusakan ekosistem kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Provinsi Lampung terbilang masif.
Kerusakan tersebut ditandai dengan kekeringan hutan mangrove, reduksi ekosistem pesisir dan pantai di wilayah pesisir pulau-pulau kecil, serta kenaikan permukaan air laut di kawasan pesisir.
“Kerusakan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Lampung turut menyumbang percepatan kenaikan permukaan air laut,” ujar Ai.
Hal ini terbukti pada kondisi kawasan ekosistem mangrove di Lampung yang saat ini tersisa 6.648,53 hektare, atau hanya 0,20% dari total luas Provinsi Lampung.
“Berangkat dari permasalahan tersebut, Walhi Lampung dan konsentris.id akan menggelar diskusi publik bertajuk Krisis Iklim dan Susutnya Pulau-Pulau di Lampung,” kata Ai.
Diskusi ini berlangsung di Kafe Maharindu Kopi, Rajabasa, Kota Bandar Lampung pada Kamis, 30 Maret 2023, mulai pukul 15.00 Wib.
Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi Lampung, Dosen FISIP Universitas Lampung Fuad Abdulgani, Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri, dan Editor konsentris.id Hendry Sihaloho.
