Biro Hukum menghadirkan narasumber dari PTA (Pengadilan Tinggi Agama) Lampung, BPN (Badan Pertanahan Nasional) Lampung, Polda Lampung, dan BNN (Badan Narkotika Nasional) Lampung.
“Untuk tahun 2023 ini akan diadakan penyuluhan hukum terpadu di lima kabupaten/kota. Namun belum ditentukan daerah mana karena menunggu rapat koordinasi dulu,” ujar Yusnili.
Perempuan dan anak yang menjadi korban konflik sosial belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Perempuan dan anak di Lampung rentan jadi korban konflik sosial.
Direktur LBH Bandar Lampung, Suma Indra Jarwadi, mengatakan fokus isu kekerasan berbasis gender masih sebatas KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan kekerasan seksual.
“Kadang-kadang dinas terkait hanya berperspektif pada situasi, mungkin KDRT, kekerasan seksual,” ujar dia.
Indra menuturkan pemerintah jarang menyentuh problem struktural perempuan dalam konflik sosial seperti konflik pertanahan, konflik wilayah pesisir, dan kehutanan.
“Ini harus sama-sama kita kritik,” tegas dia.
Hal senada juga disampaikan oleh Ana Yunita Pratiwi.
Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung belum pernah menangani secara langsung kasus kekerasan berbasis gender dalam konflik sosial.
“Biasanya kita mengadvokasi bersama LBH dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) terkait perlindungan perempuan dan anak dalam konflik agraria. Tapi, kalau langsung memang belum,” kata Ana.
Dia mengatakan penyelesaian kasus kekerasan berbasis gender yang disebabkan konflik sosial dan KDRT atau kekerasan seksual membutuhkan penanganan yang berbeda.
“Konflik sosial ini kan akar persoalannya perampasan pada hak atas sumber penghidupan. Tentu yang paling penting adalah bagaimana memastikan hak-hak atas keberlangsungan hidup,” ujar dia.
Sementara, penanganan korban kekerasan seksual dan KDRT pada perempuan, pihaknya mendorong penegakan hukum dan pemulihan korban langsung secara orang per orang.
“Tapi kalau konflik agraria dan perburuhan ini kan sistematik. Tidak hanya orang per orang, tapi juga melibatkan komunitas dan masyarakat yang lebih luas,” jelas Ana.
